Harga kurma impor di pasar domestik tercatat mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan Ramadan tahun ini. Berdasarkan pantauan PasKurma.id di sejumlah pasar induk dan distributor besar, harga rata-rata kurma jenis populer naik antara 8 hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sejumlah pedagang menyebut kenaikan biaya pengiriman dari negara asal sebagai salah satu pemicu utama. Ongkos kontainer yang belum sepenuhnya stabil pascagangguan rantai pasok global membuat importir menaikkan harga jual untuk menjaga margin.
Pasokan dari Timur Tengah Melambat
Selain faktor logistik, pelemahan hasil panen di beberapa sentra produksi Timur Tengah turut memengaruhi ketersediaan stok. Cuaca ekstrem pada musim tanam sebelumnya dilaporkan mengurangi kuantitas panen di sejumlah wilayah penghasil kurma utama.
"Kami melihat pola kenaikan ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir, dan biasanya akan terus naik hingga mendekati Ramadan," ujar salah satu distributor kurma di Jakarta.
Di sisi lain, permintaan dalam negeri justru meningkat lebih awal dari biasanya. Banyak pelaku usaha kuliner dan parcel Ramadan mulai melakukan pembelian dalam jumlah besar sejak pertengahan tahun untuk mengunci harga sebelum lonjakan permintaan puncak terjadi.
Dampak ke Konsumen
Bagi konsumen rumah tangga, kenaikan ini terasa terutama pada jenis kurma premium seperti ajwa dan medjool. Sementara itu, kurma jenis lokal dan kurma kering dengan harga menengah relatif lebih stabil karena sebagian pasokannya berasal dari petani binaan dalam negeri.
Pemerintah melalui kementerian terkait menyatakan akan memantau perkembangan harga menjelang Ramadan dan membuka opsi kerja sama dengan importir untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat selama bulan puasa.
PasKurma.id akan terus memantau perkembangan harga kurma di berbagai daerah dan menghadirkan pembaruan berkala menjelang musim Ramadan tahun ini.