Sebuah startup agritech asal Bandung memperkenalkan platform digital yang bertujuan memangkas rantai distribusi kurma lokal maupun impor. Aplikasi ini memungkinkan petani binaan dan distributor kecil untuk menjual stok mereka langsung ke pelaku usaha kuliner maupun konsumen akhir.
Memotong Rantai Distribusi
Selama ini, kurma yang sampai ke tangan konsumen sering melewati beberapa lapis distributor sehingga harga jual akhir menjadi lebih tinggi. Melalui platform ini, petani dapat mengunggah stok, menentukan harga, dan menerima pesanan tanpa perlu melalui banyak perantara.
Fitur pelacakan pengiriman dan sistem pembayaran terintegrasi juga disematkan untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli, termasuk verifikasi kualitas produk melalui foto dan deskripsi standar yang ditentukan platform.
Respons Pelaku Usaha
Sejumlah pelaku usaha kuliner menyambut positif kehadiran platform ini karena mempermudah proses pembelian dalam jumlah besar menjelang musim Ramadan, sekaligus memberi transparansi harga dari sumber yang lebih jelas.
Startup tersebut menargetkan perluasan jangkauan ke beberapa kota besar lain dalam waktu dekat, seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi distribusi pangan berbasis teknologi di Indonesia.